Guru Berintegritas Generasi Berintegritas

Ridma Diana, M.Pd, Dosen Metodologi Penelitian (METLIT) Jamiat Kheir Institute Jakarta

Di Indonesia setiap tahun tepatnya di tanggal 25 November, kita bersama-sama memperingati Hari Guru Nasional. Dimana moment setiap tahun peringatan Hari Guru Nasional dapat menjadi refleksi bagi guru untuk memperbaiki dan menyempurnakan tugasnya sebagai penggerak pendidikan.

Moment setiap tahun, di tanggal 25 November bukan hanya merayakan ceremony peringatan hari guru semata, namun ceremony peringatan dan perayaan ini selayaknya dimaknai oleh guru dengan sebaik-baiknya. Guru menjadi peletak pondasi integritas dan pembentukan karakter bagi generasi saat ini menuju generasi berintegritas di masa depan.

Guru merupakan teladan bagi peserta  didiknya. Guru harus memiliki integritas dalam menjalankan proses penyelenggaraan pendidikan. Menjalankan profesi guru, tentu tidak mudah. Beberapa kompetensi yang harus dimiliki sebagai dasar menjadi guru dan integritas yang ada pada guru sebagai penyempurnaan profesi guru. Tugas guru juga tidak sekedar transfer of knowladge, namun terdapat tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik menuju generasi yang berkualitas serta dapat mengembangkan bakat dan potensi peserta didik.

Membicarakan mengenai integritas, biasanya terkait pada instansi atau profesi di bidang pemerintahan. Namun pada hakikatnya, integritas ini mencangkup pada semua aspek, termasuk Guru/pendidik.

Integritas merupakan konsistensi antara keyakinan dan ucapan yang terlaksana pada perilaku atau perbuatan sehari-hari.
Integritas guru senantiasa terlihat pada peserta didik, dimana lingkungan sekolah dan kelas sebagai sarana sosial dari terbentuknya interaksi guru dan peserta didik.

Seorang guru harus memiliki nilai-nilai integritas pada dirinya yang meliputi, kejujuran, tanggung jawab, disiplin,  menghargai-menghormati sesama dan memiliki kepedulian yang tinggi. Dengan demikian guru tidak akan memerintahkan siswa untuk menjadi pribadi yang berintegritas, karena pada hakikatnya guru telah memberikan contoh kebaikan yang nyata untuk peserta didik dan peserta didik mencontoh kebaikan apa yang akan dilakukan oleh gurunya.

Ketika guru berintegritas maka dengan sendirinya peserta didik akan mencontoh kebaikan perilaku dan tindakan guru tersebut. Sebaliknya, jika guru tidak berintegritas seperti tidak jujur, susah di percaya, tidak bertanggungjawab, tidak disiplin, tidak menghargai-menghormati sesama dan tidak memiliki kepedulian yang tinggi, maka akan menjadi contoh yang buruk untuk peserta didik.

Keberhasilan seorang guru sebagai penggerak pendidikan diantaranya dapat dilihat dari ilmu dan integritas yang dimilikinya.Tidak bisa terpisah diantara keduanya. Ilmu yang dimiliki oleh guru sangat baik, namun tetap saja akan menjadi persoalan jika integritas tidak disandingkan dengan Ilmu yang sangat baik tersebut.

Integritas seorang guru juga tidak bisa terlepas dari komitmenya untuk menjaga kehormatan sebagai guru. Profesi keguruan yang dimilikinya mencangkup pada kedewasaan dalam berpikir, berucap dan bertindak.

Guru berintegritas akan melahirkan generasi berintegritas pula. Seorang guru selayaknya menyadari hakikat dirinya sebagai seorang yang banyak dilihat ditiru dalam keseharian. Guru menjadi teladan dan menjadi contoh nyata bagi peserta didik dan orang-orang di sekelilingnya. Dedikasi dan tanggung jawab moral seorang guru sangat dibutuhkan terlebih dalam menghadapi generasi saat ini.

Selamat Hari Guru ke-77
Guru Hebat, Guru Berintegritas Generasi Berintegritas..