Sekolah Darurat Bencana

Oleh Hariyadi

  • Dosen IAI FT Jamiat Kheir Jakarta
  • Relawan Muhammadiyah Kota Depok

Bersyukur, senang tiada kepalang rasa hati ini mendengar khabar dan mendapatkan kiriman beberapa Potongan vidio kegiatan relawan yang sudah mulai menggunakan tenda sekokah darurat yg belum lama ini kita dirikan. Bagaimana tidak senang, malam hari pertama saat bergabung dengan relawan Muhammadiyah bang Agus dan bang Andi memimpim rapat evaluasi dan rencana, evaluasi terhadap apa yg telah dilakukan seharian di lokasi bencana dan merencanakan apa saja yg akan kita kerjakan esok harinya di lokasi bencana gempa Cianjur.

Tepatnya di Posyan, pos pelayanan Islamic Center Muhammadiyah Cipanas diusulkan untuk mendirikan Sekolah Darurat yang diprakarsai ide adik adik mahasiswa dari UHAMKA, seketika itu saya langsung mengiyakan tentang rencana ini. Hal ini senada dengan apa yg saya pikirkan dari sebelum berangkat ke Cianjur. Dengan lantang bang Agus perwakilan MDMC Bekasi langsung mengarahkan supaya relawan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait, masyarakat, serta dinas pendidikan kota Cianjur untuk mendata siswa serta para guru serta menyiapkan kurikulum Darurat. Keesokan harinya dengan sigap dan penuh semangat seluruh relawan mengikuti arahan di POS Utama koordinasi MDMC Muhammadiyah sebelum melaksanakan tugas di lapangan, sesuai arahan maka hari itu setelah rapat koordinasi datanglah peralatan tenda Darurat ukuran 6 x 14, seukuran kelas yang peruntukannya sebagai Sekolah Darurat, dalam hitungan jam maka 3 buat tenda berdiri.

Teringat ketika Nagasaki, Jepang dijatuhi bom atom maka langkah pertama yang dilakukan oleh perdana menterinya adalah menanyakan jumlah guru yang masih hidup, maka saya selaku relawan Muhammadiyah yang juga Mahasiswa Sekolah Pascasarjana Program Doktor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) juga sebagai dosen di Institut Agama Islam Jamiat Kheir Jakarta, tak aneh ketika berfikiran relawan harus mengutamakan bagaimana anak anak terdampak bencana Gempa Cianjur tetap bisa bertahan Sekolahnya, bukan larut dalam suasana duka yang tentu akan lama tahapan penanganannya sampai benar benar pulih.

Sekolah darurat dengan kurikulum darurat adalah solusi untuk penyelamatan pendidikan sata bencana, dibantu adik adik Mahasiswa UHAMKA yang bertindak sebagai psikososial maka ini secara langsung juga sebagai tindakan trauma healing bagi mereka.

Berikut adalah gambaran suasanya di Sekolah Darurat bencana Cianjur : https://youtube.com/shorts/1v-iWBwbCpk?feature=share

Selamat atas capaian kinerja relawan, dan terus semangat membantu warga terdampak sampai benar benar kembali pulih dan warga masyarakat Cianjur bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala, perjuangan masih panjang, semoga para relawan sehat dan dalam lindungan Allah SWT sampai akhir tugas nanti.

Terima kasih Pak Ridwansya, Mas Agus, mas Andi dan bang Darmawan (Ketua MDMC Depok) juga kang Edi (Ketua MDMC Cianjur)

One Muhammadiyah One Respon, Muhammadiyah selalu mencerahkan bangsa.

Saya juga selaku alumni Jamiat kheir, selalu menebar manfaat untuk seluruh masyarakat.